Tercatat Penumpang Kapal Pelni pada Mudik Lebaran 2019 Diprediksi Capai 625 Ribu

PT Pelni memprediksi jumlah penumpang kapal Pelni selama masa mudik Lebaran 2019 meningkat 35 persen dibanding tahun lalu. Tahun ini, Pelni memperkirakan penumpangnya mencapai 625.599 orang.

“Ada pun realisasi tahun 2018 ialah 604.202 orang,” ujar Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro dalam keterangan tertulisnya kepada Rakyat Merdeka, Kamis (9/5).

Khusus periode mudik hingga arus balik 2019, Pelni telah menyiapkan 26 kapal trayek yang akan singgah di 83 pelabuhan. Trayek itu melayani 1.239 ruas dengan total kapasitas angkut mencapai 33.608 kursi per hari.

Selain kapal reguler, Pelni melayani 46 kapal trayek perintis yang akan berlabuh di 305 pelabuhan. Trayek ini melayani 4.620 ruas dengan kapasitas 13.961 kursi per hari.

Rute kapal Pelni untuk angkutan Lebaran ini terbagi atas tiga wilayah. Yaitu wilayah barat, wilayah tengah, dan wilayah timur.

Wilayah barat menyediakan ruas Batam-Belawan, Sampit-Semarang, Sampit-Surabaya, Kumai-Semarang, Kumai-Surabaya, Batam-Tanjung Priok. Di wilayah ini Pelni menyiapkan KM Kelud, KM Dorolonda, KM Kelimutu, KM Binaiya, KM Leuser, KM Egon, dan KM Lawit.

“Untuk wilayah barat, Pelni mengoperasikan enam frekuensi reguler, 21 frekuensi tambahan, totalnya menjadi 27 frekuansi pemberangkatan,” ungkap Yahya.

Wilayah tengah terdiri atas ruas Balikpapan-Surabaya, Makassar-Bima, Tarakan-Parepare, Nunukan-Parepare, Makassar-Labuan Bajo, Baubau-Makassar, Kupang-Lewoleba, Balikpapan-Makassar, Bontang-Awarange, Kupang-Makassar, Makassar-Maumere dan Ambon-Baubau. Untuk ruas ini, Pelni mengoperasikan 32 frekuensi reguler dan 15 frekuensi tambahan.

Wilayah timur terdiri atas ruas Ambon-Bandaneira, Manokwari-Sorong, Jayapura-Biak, Sorong-Manokwari, Manokwari-Biak, Ambon-Tual, dan Biak-Makowari. “Pelni mengoperasikan 23 frekuensi kapal pelni reguler, 8 frekuensi tambahan, totalnya menjadi 31 frekuensi keberangkatan,” tutur Yahya.

Pelni akan meningkatkan pelayanan untuk Lebaran 2019. Di antaranya memberlakukan sistem kontrol Departure Control System (DCS) dan pelayanan di atas kapal.

“Kami mengatur penumpang sejak pemesanan tiket dari yang rumit dibikin sederhana, mudah, cara pesan, cara bayar, dan pemeriksaan dengan DCS,” ucap Yahya.

Add a Comment